makalah MASA KEPEMIMPINAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimanakah masa pemerintahan SBY-JK di era reformasi?
2.
Bagaimanakah masa pemerintahan SBY-Boediono di era reformasi?
3.
Bagaimanakah keadaan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan
keamanan, serta ideologi pada masa kepemimpinan Presiden SBY?
MASA KEPEMIMPINAN PRESIDEN
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
A. Masa Pemerintahan
Presiden SBY bersama Wakil Presiden JK
Pemerintahan
SBY-JK berlangsung pada tahun 2004-2009. Dalam pemerintahan ini, Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono bersama wakilnya, Jusuf Kalla mencetuskan visi dan
misi sebagai berikut:
Visi:
1) Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang aman, bersatu,
rukun dan damai. 2) Terwujudnya masyarakat, bangsa dan negara yang menjunjung
tinggi shukum, kesetaraan dan hak-hak asasi manusia. 3) Terwujudnya
perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak
serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.
Misi:
1) Mewujudkan Indonesia yang aman damai. 2) Mewujudkan Indonesia yang adil dan
demokratis. 3) Mewujudkan Indonesia yang sejahtera.
Politik
Dalam pemilu legislatif 2004, partai yang didirikan oleh SBY, yaitu Partai Demokrat,
meraih 7,45% suara. Kemudian pada 10 Mei 2004, tiga partai politik yaitu Partai
Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Bulan Bintang
secara resmi mencalonkann ya sebagai presiden dan berpasangan dengan kandidat
wakil presiden Jusuf Kalla. Dalam masa kepemimpinannya bersama Jusuf Kalla,
beliau didukung oleh koalisi dari Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Amanat
Nasional, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Bulan Bintang.
Pada
periode kepemimpinannya yang pertama, SBY membentuk Kabinet Indonesia Bersatu
yang merupakan kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla. Kabinet Indonesia
Bersatu dibentuk pada 21 Oktober 2004 dan masa baktinya berakhir pada tahun
2009. Pada 5 Desember 2005, Presiden Yudhoyono melakukan perombakan kabinet
untuk pertama kalinya, dan setelah melakukan evaluasi lebih lanjut atas kinerja
para menterinya, Presiden melakukan perombakan kedua pada 7 Mei 2007.
Program
pertama pemerintahan SBY-JK dikenal dengan program 100 hari. Program ini
bertujuan memperbaiki sitem ekonomi yang sangat memberatkan rakyat Indonesia,
memperbaiki kinerja pemerintahan dari unsur KKN, serta mewujudkan keadilan dan
demokratisasi melalui kepolisian dan kejaksaan agung. Langkah tersebut disambut
baik oleh masyarakat. Secara umum SBY-JK melakukan pemeriksaan kepada pejabat
yang diduga korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diberi kebebasan oleh
presiden melakukan audit dan pemberantasan korupsi. Hasilnya telah terjadi
pemeriksaan tersangka korupsi dan pejabat pemerintahan sebanyak 31 orang selama
100 hari.
Artinya
SBY-JK sungguh memilki komitmen dalam upaya pemberantasan korupsi. Namun
demikian, masih banyak hal yang harus dievaluasi. Munculnya kebijakan pembelian
minyak dengan patokan harga dunia membuat masyarakat semakin menderita.
Fluktuasi harga minyak yang berubah-ubah membawa ketidakpastian harga minyak
bumi. Dampaknya masyarakat diombang-ambingkan dengan harga minyak yang tidak
pasti. Patokan harga luar negeri yang relatif tinggi bagi masyarakat Indonesia
membuat beberapa sektor perekonomian mengalami kenaikan harga. Pidato
kenegaraan yang dibacakan di depan parlemen banyak menerima kritik. Belum lagi
kasus bencana alam yang terjadi mulai dari Aceh, Yogyakarta, Pangandaran,
Timika dan masih banyak lagi yang membuat pemerintahan semakin kesulitan untuk
merapatkan barisan dalam memperkuat perekonomian negara.
Kebijakan
parsial dan spontan sering datang dan hasilnya mengecewakan masyarakat.
Misalnya kedatangan Presiden AS George W. Bush pada tanggal 20November 2006
yang dipersiapkan secara besar-besaran dan menghasilkan dana besar telah
mengundang banyak kecaman. Masyarakat yang anti AS menuduh Indonesia tidak
memiliki agenda pemerintahan yang pasti. Belum lagi masalah Lumpur PT. Lapindo
Brantas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Masalah lumpur ini telah
menenggelamkan empat desa yang dihuni oleh ribuan warga. Selain itu banyak
perusahaan yang terendam lumpur, artinya negara dan masyarakat dirugikandengan
adanya masalah ini. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah mengupayakan
segala macam cara untuk menanganinya termasuk mendatangkan tim dari luar negeri
dan pembentuk tim nasional penanggulangan bencana lumpur.
B. Masa Pemerintahan
Presiden SBY bersama Wakil Presiden Boediono
Pemerintahan
SBY-Boediono berlangsung dari tahun 2009 sampai sekarang. Dalam pemerintahan
ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama wakilnya, Boediono mencetuskan
visi dan misi sebagai berikut:
Visi:
Terwujudnya Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. 1) Melanjutkan
pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera. 2) Memperkuat pilar-pilar
demokrasi. 3) Memperkuat dimensi keadilan di semua bidang.
Misi:
Mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera, aman, dan damai, seta meletakkan
fondasi yang lebih kuat bagi Indonesia yang adil dan dekratis. 1) Melanjutkan
pembangunan ekonomi Indonesia untuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat
Indonesia. 2) Melanjutkan upaya menciptakan Good Government dan Good Corporate
Governance.
3) Demokratisasi
pembangunan dengan memberikan ruang yang cukup untuk partisipasi dan
kreativitas segenap komponen bangsa. 4) Melanjutkan penegakan hukum tanpa
pandang bulu dan memberantas korupsi. 5) Belajar dari pengalaman yang lalu dan
dari negara-negara lain, maka pembangunan masyarakat Indonesia adalah
pembangunan yang inklusif bagi segenap komponen bangsa.
Pada
pemilu 2009, SBY kembali menjadi calon presiden bersama pasangan barunya yaitu
Boediono dan kembali terpilih sebagai presiden Indonesia. Pada periode
kepemimpinannya yang kedua, SBY membentukKabinet Indonesia Bersatu II yang
merupakan kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono bersama Wakil Presiden Boediono. Susunan kabinet ini berasal dari
usulan partai politik pengusul pasangan SBY-Boediono pada Pilpres 2009 yang
mendapatkan kursi di DPR (Partai Demokrat, PKS, PAN, PPP, dan PKB) ditambah
Partai Golkar yang bergabung setelahnya, tim sukses pasangan SBY-Boediono pada
Pilpres 2009, serta kalangan profesional.
Susunan
Kabinet Indonesia Bersatu II diumumkan oleh Presiden SBY pada 21 Oktober 2009
dan dilantik sehari setelahnya. Pada 19 Mei 2010, Presiden SBY mengumumkan
pergantian Menteri Keuangan. Pada tanggal 18 Oktober 2011, Presiden SBY mengumumkan
perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II, beberapa wajah baru masuk ke dalam
kabinet dan beberapa menteri lainnya bergeser jabatan di dalam kabinet.
C. Masa Kepemimpinan
Presiden SBY di era reformasi
Setelah
memenangkan pemilu secara langsung SBY tampil sebagai presiden pertama dalam
pemilihan yang dilakukan secara langsung. Pada awal kepemimpinanya SBY
memprioritaskan pada pengentasan korupsi yang semakin marak di Indonesia dengan
berbagi gebrakannya salah satunya adalah dengan mendirikan lembaga super body
untuk memberantas korupsi yakni KPK.
Dalam
masa jabatannya yang pertama SBY berhasil mencapai beberapa kemajuan
diantaranya semakin kondusifnya ekonomi nasional. Dengan keberhasilan ini pula
ia kembali terpilih menjadi presiden pada pemilu ditahun 2009 dengan wakil
presiden yang berbeda bila pada masa pertamanya Jusuf Kalla merupakan
seorang bersal dari parpol namun kini bersama Boediono yang seorang profesional
ekonomi.
Di
masa pemerintahanya yang kedua ini dan masih berjalan hingga kini mulai
terlihat beberapa kelemahan misalnya kurang sigapnya menaggapi beberapa isu
sampai isu-isu tersebut menjadi hangat bahkan membinggungkan, lalu dari
pemberantasan korupsi sendiri menimbulkan banyak tanda tanya sampai sekarang
mulai dari kasus pimpinan KPK, Mafia hukum, serta politisasi diberbagai bidang
yang sebenarnya tidak memerlukan suatu sentuhan politik yang berlebihan guna
pencitaraan.
Konsep
Trias Politika (Eksekutif, Legislatif, Yudikatif) pada masa pemerintahan SBY
mengalami perubahan progresif, dimana konsep tersebut berusaha menempatkan
posisinya berdasarkan prinsip structural Sistem Politik Indonesia, yakini
berdasarkan kedaulatan rakyat. Pada masa pemerintahan SBY, hal tersebut
benar-benar terimplementasikan, di mana rakyat bisa memilih secara langsung
calon wakil rakyat melalui Pemilu untuk memilih anggota dewan legislaif, dan
Pilpres untuk pemilihan elit eksekutif, sekalipun untuk elit yudikatif,
pemilihanya masih dilakukan oleh DPR dengan pertimbangan presiden.
Di
Indonesia sendiri, selama masa pemerintahan SBY di tahun 2004-2009, sistem
kepartaian mengalami perubahan yang signifikan, dimana partai politik bebas
untuk didirikan asalkan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku,
serta tidak menyimpang dari hakikat pancasila secara universal. Masyarakat
Indonesia pun dapat memilih calon wakil rakyat pilihan mereka secara langsung,
hal tersebut tentu menunjukan apresiasi negara terhadap hak dasar bangsa secara
universal dalam konteks pembentukan negara yang demokratis.
Sisi
lain dari pemerintahan SBY adalah penegakan supremasi hukum. Penegakan
supremasi hukum dilakukan agar Indonesia memiliki kepastian hukum. Berbagai
upaya penegakan hukum ini dapat kita jumpai pada pengusutan kasus korupsi yang
melibatkan pejabat negara, anggota DPR, dan berbagai kasus lain. Perang
terhadap narkoba juga gencar dilakukan oleh aparat penegak hukum. Pemerintah
lewat kebijakan penegakan hukum telah dapat mengembalikan kepercayaan rakyat
untuk menyerahkan mandat pemerintahan kepada eksekutif, sehingga dalam periode
kepemimpinan SBY ini masyarakat lebih memandang bahwa pemerintah serius dalam
menangani masalah perekonomian yang berdampak pada peningkatan pendapatan
ekonomi masyarakat.
Sektor
pendidikan juga digagas dengan baik oleh SBY. Berbagai kunjungan ke daerah
dilakukan untuk menengok fasilitas pendidikan agar tidak mengganggu jalannya
proses pembelajaran. Hal ini semakin mengukuhkan masyarakat jika SBY mencoba
untuk membuat Indonesia yang lebih baik dari sisi pelaksanaan pemerintahan
hukum dan ekonomi. Kepemimpinan SBY dilihat dari berbagai aspek seperti politik,
ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta ideologi sebagai
berikut:
1.
Politik
Politik di zaman SBY dapat terlihat dalam masalah
hubungan Indonesia dengan Negara terdekat seperti Singapura, Australia, dan
Malaysia, serta sikap Indonesia terhadap masalah-masalah Internasional.
Hubungan Indonesia dengan Negara-negara lain, apalagi negara terdekat atau
negara tetangga, merupakan bagian yang sangat penting dalam rangka eksistensi
NKRI di dalam kancah internasional. Eksistensi NKRI dalam dunia Internasional
sangat dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan internal Indonesia sendiri, karena
itu kekuatan diplomasi Indonesia yang ditunjukkan sekarang pada dasarnya juga
menunjukkan kekuatan di dalam Negara Indonesia. Kasus-kasus yang dialami warga
negara di luar negeri ternyata sampai saat ini masih terus terjadi, baik yang
menyangkut tindak pidana kekerasan, pelecehan seksual, penganiayaan sampai
pembunuhan, maupun yang menyangkut masalah ketenagakerjaan.
Hal ini merupakan tanggung jawab pemerintah dalam
memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesia terutama di luar negeri dan
berkaitan dengan kemampuan diplomasi Indonesia dengan negara lain. Wujud
komitmen Indonesia tersebut dapat dilihat dari berbagai kesepakatan yang telah
dibuat dan tentunya harus ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan yang tegas
dan berani dari pemerintah. Peningkatan daya tawar diplomatik juga harus
dilakukan sehubungan dengan makin banyaknya warga negara Indonesia yang
mendapat perlakuan tidak manusiawi di luar negeri selain tentunya peningkatan
kualitas SDM (sumber daya manusia) misalnya dalam kasus TKI di luar negeri.
Perselisihan antara Indonesia dengan negara tetangga yang menyangkut wilayah
negara, di satu sisi memerlukan penyelesaian secara yuridis, akan tetapi dalam
kasus- kasus tertentu seperti kasus Blok Ambalat, sekiranya lebih diperlukan
tindakan diplomatik yang kuat agar Indonesia dapat lebih melindungi diri dari
ancaman dan tantangan dari negara sekitarnya. Untuk itu kekuatan atau daya
tawar Indonesia harus lebih ditingkatkan melalui korps diplomatik yang kuat dan
kompak. Apalagi Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar dalam rangka
membentuk dirinya menjadi negara adidaya yang didukung oleh kekuatan alam dan
sosial yang beraneka ragam.
Diperlukan peningkatan kekuatan baik fisik maupun non-
fisik, antara lain yang menyangkut peningkatan SDM yang tidak hanya bisa
mengirimkan TKI yang berposisi sebagai PRT (pekerja rumah tangga), juga
penambahan anggaran untuk Alusista. Dengan demikian sisi diplomasi NKRI
merupakan bagian yang penting untuk mendapat perhatian lebih dalam rangka
pembangunan pemerintahan SBY di masa 2009-2014.
Dalam
masa pemerintahan SBY khususnya bidang politik luar negeri, Kementrian Luar
Negeri Republik Indonesia menyatakan, beberapa permasalahan bilateral mengenai
perbatasan menunjukkan kemajuan. Hal itu dibuktikan dengan adanya instruksi
Presiden untuk segera menyelesaikan persoalan perbatasan dengan beberapa
negara. Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, masalah perbatasan dengan
beberapa negara, seperti Malaysia dan Singapura sedang dipercepat proses
perundingannya pada tahun ini. Meski Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa
menyatakan tidak bersedia mengemukakan batas waktu, namun pihaknya berkomitmen
untuk segera menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu, proses perundingan
batas negara juga tengah diselesaikan dengan Vietnam, Filipina, Papua Nugini
dan Australia.
Masalah politik luar negeri. Indonesia terjebak dalam
politk luar negeri ‘Pahlawan Kesiangan’. Dalam kasus Nuklir Korea Utara dan
dalam kasus-kasus di Timur Tengah, utusan khusus tidak melakukan apa-apa.
Indonesia juga sangat sulit bergerak diantara kepentingan Arab Saudi dan Iran.
Selain itu, ikut serta dalam masalah Irak jelas merupakan dikte Amerika Serikat
yang diamini oleh korps Deplu. Juga desakan peranan Indonesia dalam urusan
dalam negeri Myanmar akan semakin menyulitkan Indonesia di masa mendatang.
Singkatnya, Indonesia bukan lagi negara yang bebas dan aktif karena lebih
condong ke Amerika Serikat
Kelebihan
bidang Politik :
a. Dalam
pendidikan, SBY menunjang proses belajar dan mengajar agar lebih efektif dan
berkualitas.
b. Mempunyai
kekuatan diplomasi yang baik
Kekurangan bidang
politik :
a. Terjadi banyak
konflik dengan Negara tetangga
b. Politik luar negeri
Indonesia semakin tidak jelas
c. Banyak
permasalahan bilateral mengenai batas Negara
2.
Ekonomi
Ekonomi Pada pemerintahan SBY kebijakan yang dilakukan
adalah mengurangi subsidi Negara Indonesia, atau menaikkan harga Bahan Bahan
Minyak (BBM), kebijakan bantuan langsung tunai kepada rakyat miskin akan tetapi
bantuan tersebut diberhentikan sampai pada tangan rakyat atau masyarakat yang
membutuhkan, kebijakan menyalurkan bantuan dana BOS kepada sarana pendidikan
yang ada di Negara Indonesia. Akan tetapi pada pemerintahan Susilo Bambang
Yudhoyono dalam perekonomian Indonesia terdapat masalah dalam kasus Bank
Century yang sampai saat ini belum terselesaikan bahkan sampai mengeluarkan
biaya 93 miliar untuk menyelesaikan kasus Bank Century ini.
Kondisi perekonomian pada masa pemerintahan SBY
mengalami perkembangan yang sangat baik.Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh
pesat di tahun 2010 seiring pemulihan ekonomi dunia pasca krisis global yang
terjadi sepanjang 2008 hingga 2009. Bank Indonesia (BI) memperkirakan
pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,5-6% pada 2010 dan meningkat
menjadi 6-6,5% pada 2011. Dengan demikian prospek ekonomi Indonesia akan lebih
baik dari perkiraan semula. Sementara itu, pemulihan ekonomi global berdampak
positif terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia.
Kinerja ekspor nonmigas Indonesia yang pada triwulan
IV-2009 mencatat pertumbuhan cukup tinggi yakni mencapai sekitar 17% dan masih
berlanjut pada Januari 2010. Salah satu penyebab utama kesuksesan perekonomian
Indonesia adalah efektifnya kebijakan pemerintah yang berfokus pada disiplin
fiskal yang tinggi dan pengurangan utang Negara. Perkembangan yang terjadi
dalam lima tahun terakhir membawa perubahan yang signifikan terhadap persepsi
dunia mengenai Indonesia. Namun masalah-masalah besar lain masih tetap ada.
Pertama, pertumbuhan makroekonomi yang pesat belum
menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara menyeluruh. Walaupun Jakarta
identik dengan vitalitas ekonominya yang tinggi dan kota-kota besar lain di
Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat, masih banyak warga Indonesia
yang hidup di bawah garis kemiskinan. Tingkat pertumbuhan ekonomi periode
2005-2007 yang dikelola pemerintahan SBY-JK relatif lebih baik dibanding
pemerintahan selama era reformasi dan rata-rata pemerintahan Soeharto
(1990-1997) yang pertumbuhan ekonominya sekitar 5%. Tetapi, dibanding kinerja
Soeharto selama 32 tahun yang pertumbuhan ekonominya sekitar 7%, kinerja
pertumbuhan ekonomi SBY-JK masih perlu peningkatan. Pertumbuhan ekonomi era
Soeharto tertinggi terjadi pada tahun 1980 dengan angka 9,9%. Rata-rata
pertumbuhan ekonomi pemerintahan SBY-JK selama lima tahun menjadi 6,4%, angka
yang mendekati target 6,6% Kebijakan menaikkan harga BBM 1 Oktober 2005, dan
sebelumnya Maret 2005, ternyata berimbas pada situasi perekonomian tahun-tahun
berikutnya.
Pemerintahan SBY-JK memang harus menaikkan harga BBM
dalam menghadapi tekanan APBN yang makin berat karena lonjakan harga minyak
dunia. Kenaikan harga BBM tersebut telah mendorong tingkat inflasi Oktober 2005
mencapai 8,7% yang merupakan puncak tingkat inflasi bulanan selama tahun 2005
dan akhirnya ditutup dengan angka 17,1% per Desember 30, 2005. Penyumbang
inflasi terbesar adalah kenaikan biaya transportasi lebih 40% dan harga bahan
makanan 18%. Core inflation pun naik menjadi 9,4%, yang menunjukkan kebijakan
Bank Indonesia (BI) sebagai pemegang otoritas moneter menjadi tidak sepenuhnya
efektif. Inflasi yang mencapai dua digit ini jauh melampaui angka target
inflasi APBNP II tahun 2005 sebesar 8,6%. Inflasi sampai bulan Februari 2006
masih amat tinggi 17,92%, bandingkan dengan Februari 2005 7,15% atau Februari
2004 yang hanya 4,6%. Efek inflasi tahun 2005 cukup berpengaruh terhadap
tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), yang menjadi referensi suku
bunga simpanan di dunia perbankan.
Data Harga Bahan Bakar Minyak 2004 vs 2009 (Naik)
Harga 2004 2009 Catatan Minyak Mentah Dunia. Harga hampir barel 40 45 sama
Premium Rp 1810 Rp 4500 Naik 249% Minyak Solar Rp 1890 Rp 4500 Naik 238% Minyak
Tanah Rp 700 Rp 2500 Naik 370% 16 17. Dengan kondisi harga minyak yang sudah
turun dibawah USD 50 per barel, namun harga jual premium yang masih Rp 4500 per
liter (sedangkan harga ekonomis ~Rp 3800 per liter).
Maka sangat ironis bahwa dalam kemiskinan, para supir
angkot harus mensubsidi setiap liter premium yang dibelinya kepada pemerintah.
Sungguh ironis ditengah kelangkaan minyak tanah, para nelayan turut mensubsidi
setiap liter solar yang dibelinya kepada pemerintah. Dalam kesulitan ekonomi
global, pemerintah bahkan memperoleh keuntungan Rp 1 triluin dari penjualan
premium dan solar kepada rakyatnya sendiri. Inilah sejarah yang tidak dapat
dilupakan. Selama lebih 60 tahun merdeka, pemerintah selalu membantu rakyat
miskin dengan menjual harga minyak yang lebih ekonomis (dan rendah), namun
sekarang sudah tidak lagi rakyatlah yang mensubsidi pemerintah.
Berdasarkan janji kampanye dan usaha untuk
merealisasikan kesejahteraan rakyat, pemerintah SBY-JK selama 4 tahun belum
mampu memenuhi target janjinya yakni pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas
6.6%. Sampai tahun 2008, pemerintah SBY-JK hanya mampu meningkatkan pertumbuhan
rata-rata 5.9% padahal harga barang dan jasa (inflasi) naik di atas 10.3%. Ini
menandakan secara ekonomi makro, pemerintah gagal mensejahterakan rakyat.
Fakta yang terjadi adalah harga barang dan jasa
meroket dengan tingkat inflasi rata-rata 10.3% selama periode 2004- 2008.
Kenaikan harga barang dan jasa melebihi 200% dari target semula. Jumlah
Penduduk Miskin Sasaran pertama adalah pengurangan kemiskinan dan pengangguran
dengan target berkurangnya persentase penduduk tergolong miskin dari 16,6 %
pada tahun 2004 menjadi 8,2% pada tahun 2009 dan berkurangnya pengangguran
terbuka dari 9,5% pada tahun 2003 menjadi 5,1 % pada tahun 2009.
Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil mencatat,
pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla memperbesar utang dalam
jumlah sangat besar. Posisi utang tersebut merupakan utang terbesar sepanjang
sejarah RI. Koalisi terdiri dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran
Perkumpulan Prakarsa Perhimpunan Pengembangan Pesantren & Masyarakat (P3M)
Gerakan Antipemiskinan Rakyat Indonesia Lembaga Advokasi Pendidikan Anak
Marginal Pusat Telaah dan Informasi Regional Asosiasi pendamping Perempuan
Usaha Kecil dan Publish What You Pay Berdasarkan catatan koalisi, utang
pemerintah sampai Januari 2009 meningkat 31 % dalam lima tahun terakhir
Kelebihan bidang ekonomi :
a.
Kondisi perekonomian yang semakin membaik
b. SBY
Pro terhadap pemberantasan korupsi dengan dibentuknya KPK dan juga secara
konsisten memberantas Korupsi
c.
Ekspor nonmigas Indonesia yang pada triwulan IV-2009 mencatat pertumbuhan cukup
tinggi
Kekurangan bidang ekonomi :
a.
Banyak
kasus-kasus yang tiba-tiba menghilang dan belum terselesaikan contohnya kasus
Bank Century
b.
Pada pemerintahan SBY-JK jumlah utang Indonesia meningkat tajam
c.
Pertumbuhan makroekonomi yang pesat belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat
secara menyeluruh.
d.
Tingginya angka inflasi
3.
Sosial
Presiden SBY berhasil meredam berbagai konflik di
Ambon, Sampit dan juga di Aceh. Pada masa pemerintahan ini, kehidupan
masyarakat mulai menuju kepada kehidupan individualis yang mengutamakan
kepentingan individu. Hal ini dapat dilihat dengan kurangnya sosialisasi
antarwarga di perkotaan. Arus urbanisasi juga semakin marak. Namun pemerintah
tidak lagi mencanangkan transmigrasi.
Di pemerintahan SBY juga telah dibuat undang-undang
mengenai pornografi dan pornoaksi. Namun usaha ini tidak disertai dengan
penegakan hukum yang baik sehingga tidak terealisasi. Meski konflik di beberapa
daerah telah diredam, namun kembali muncul berbagai konflik lagi seperti di
Makassar. Bahkan baru-baru ini terjadi tawuran antar-SMA di Jakarta yang
membawa korban para pejuang jurnalistik.
Kelebihan
bidang sosial :
a.
Presiden SBY berhasil meredam berbagai konflik di
Ambon, Sampit dan juga di Aceh
b.
Dalam pemerintahan SBY juga telah dibuat undang-undang
mengenai pornografi dan pornoaksi
c.
SBY menunjukkan usaha secara signifikan penanggulangan bencana baik melalui
aspek hukum nasional maupun aspek diplomasi dengan dunia internasional
Kekurangan
bidang sosial :
a.
Kehidupan masyarakat mulai menuju kepada kehidupan
individualis yang mengutamakan kepentingan individu
b.
Arus urbanisasi semakin marak
c.
Meski konflik di beberapa daerah telah diredam, namun
kembali muncul berbagai konflik lagi seperti di Makassar
4.
Budaya
Dalam hal pelestarian budaya, di masa pemerintahan SBY
terlihat jelas kemundurannya. Terutama dengan banyaknya warisan budaya asli
Indonesia yang diklaim oleh pemerintah negara lain. Contohnya sebagai berikut:
Klaim Batik Jawa Oleh Adidas, Klaim Angklung oleh Pemerintah Malaysia, Klaim
Gamelan oleh Pemerintah Malaysia, Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia,
Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia, Naskah Kuno dari Sumatera Barat
oleh Pemerintah Malaysia, Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah
Malaysia, Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia, Rendang
dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia, Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh
Oknum WN Belanda, Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda, Sambal Nanas
dari Riau oleh Oknum WN Belanda, Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan
Asing, Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia, Tari Reog
Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia, Lagu Soleram dari Riau oleh
Pemerintah Malaysia, Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah
Malaysia, Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia, Tari
Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia, Lagu Kakak Tua dari Maluku
oleh Pemerintah Malaysia, Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh
Pemerintah Malaysia, Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa
Tengah Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah Motif Batik
Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia, Desain Kerajinan Perak Desak
Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika, Produk Berbahan Rempah-rempah dan
Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd, Badik Tumbuk Lada oleh
Pemerintah Malaysia, Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC)
Belanda, Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang, Musik Indang
Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia, Kain Ulos oleh Malaysia
Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia, Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah
Malaysia. Namun di masa ini, terdapat keberhasilan dengan pengakuan dari UNESCO
bahwa batik Indonesia adalah warisan budaya Indonesia.
Kelebihan
bidang budaya :
a. Mendapatkan pengakuan
dari UNESCO bahwa batik Indonesia adalah warisan budaya Indonesia
Kekurangan bidang
budaya :
a. Banyaknya
warisan budaya asli Indonesia yang diklaim oleh pemerintah negara lain
5. Pertahanan dan
Keamanan
Dalam
masa pemerintahan SBY, pertahanan dan keamanan sudah baik. Namun pada
pemerintahannya, banyak sekali teroris yang masuk ke Indonesia. Misal, Amrozi,
Imam samudera. Namun, dengan kerja keras dan bantuan dari pemerintah misal
Densus 88, terorisme mampu dibasmi. Peningkatan anggaran pertahanan Indonesia
secara signifikan telah ditunjukkan selama era kepemimpinan Presiden SBY. Ini
patut diapresiasi dan ditindaklanjuti secara cermat karena dengan peningkatan
anggaran pertahanan diharapkan semakin memperbaiki penyelenggaraan sistem
pertahanan negara.
Kekayaan Angkatan Bersenjata RI sebagai kekuatan sosial,
bersama kekuatan sosial lainnya, memikul tugas dan tanggung jawab perjuangan
bangsa dalam mengisi kemerdekaan dan memperjuangkan kesejahteraan bagi seluruh
rakyat Indonesia. Pembinaan kemampuan ABRI sebagai kekuatan sosial
diarahkan agar Angkatan Bersenjata RI
dalam kemanunggalannya dengan rakyat, mampu
secara aktif melaksanakan kegiatan pembangunan nasional, serta dapat
meningkatkan peranannya dalam memperkokoh ketahanan nasional. Di samping itu,
operasi Bakti ABRI merupakan peluang untuk menyumbangkan sesuatu yang berharga
kepada masyarakat.
Kelebihan
bidang pertahanan dan keamanan :
a. Pemberantasan
Terorisme,dengan membentuk pasukan khusus anti terorisme atau Detasemen khusus
88 Anti Terorisme (Densus 88)
b. Anggaran
pertahanan Indonesia ditingkatkan secara signifikan
Kekurangan bidang
pertahanan dan keamanan :
a. Banyak teroris
yang masuk ke Indonesia, seperti Amrozi dan Imam Samudra
6.
Ideologi
Pada
masa ini ideologi yang digunakan adalah Ideologi Pancasila. Ideologi Pancasila
yang bersifat terbuka. Artinya Ideologi Pancasila merupakan ideologi yang mampu
menyesuaikan diri dengan perkembagan jaman tanpa pengubahan nilai dasarnya. Indonesia menganut
ideologi terbuka karena Indonesia menggunakan sistem pemerintahan demokrasi
yang didalamnya membebaskan setiap masyarakat untuk berpendapat dan
melaksanakan sesuatu sesuai keinginannya masing-masing. Maka dari itu, ideologi
Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang paling tepat digunakan
Indonesia.
Presiden
Susilo Bambang Yuhdoyono selalu menekankan bahwa Pancasila merupakan ideologi
yang terbuka dan hidup. Dengan sifatnya yang seperti itu, ia meyakini ideologi
Pancasila pun akan mampu bertahan melintasi zaman.
Pancasila
bukan doktrin yang dogmatis, tetapi sebuah living ideology, working ideology,
sehingga mampu mengatasi dimensi ruang dan waktu.
Dalam
kaitannya sebagai ideologi yang terbuka, Pancasila penting untuk direvitalisasi
agar dapat menjawab tantangan Indonesia pada masa kini. Namun, upaya
merevitalisasi Pancasila harus dalam bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat
luas dan tak menjadi sesuatu yang kontraproduktif.
Presiden
telah memberi instruksi kepada Menteri Pendidikan Nasional dan menteri terkait
lain agar menggelar edukasi nilai-nilai Pancasila dengan metode yang paling
efektif, entah itu lewat ekstrakurikuler atau wahana seni budaya lain.
Kelebihan
bidang ideologi :
a. Ideologi
yang digunakan mampu menyesuaikan diri dengan perkembagan
jaman tanpa pengubahan nilai dasarnya
Kekurangan
bidang ideologi :
a.
Ideologi pancasila belum sepenuhnya diamalkan dengan baik
Pada masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono
melakukan kebijakan kontroversial pertama presiden Yudhoyono
adalah mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM.
Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran
subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta
bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kebijakan kontroversial pertama itu
menimbulkan kebijakan kontroversial kedua, yakni Bantuan Langsung Tunai
(BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang
berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial.
Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah. Menurut Keynes, investasi merupakan faktor utama untuk menentukan kesempatan kerja. Mungkin ini mendasari kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi kemudahan bagi investor, terutama investor asing, yang salahsatunya adalah revisi undang-undang ketenagakerjaan. Jika semakin banyak investasi asing di Indonesia, diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah. Kebijakan-kebijakan lain yang dilakukan pada masa SBY:
Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah. Menurut Keynes, investasi merupakan faktor utama untuk menentukan kesempatan kerja. Mungkin ini mendasari kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi kemudahan bagi investor, terutama investor asing, yang salahsatunya adalah revisi undang-undang ketenagakerjaan. Jika semakin banyak investasi asing di Indonesia, diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah. Kebijakan-kebijakan lain yang dilakukan pada masa SBY:
o Anggaran pendidikan ditingkatkan menjadi 20% dari
keseluruhan APBN.
o Konversi minyak tanah ke gas.
o Pembayaran utang secara bertahap kepada badan PBB.
o Buy back saham BUMN
o Pelayanan UKM (Usaha Kecil Menengah) bagi rakyat
kecil.
o Memudahkan investor asing untuk berinvestasi di
Indonesia.
o Meningkatkan sektor pariswisata dengan mencanangkan
“Visit Indonesia 2008″.
o Pemberian bibit unggul pada petani.
·
Pemberantasan korupsi
melalui KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
Comments
Post a Comment