ARTIKEL ILMIAH : PENGARUH PERKEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP TINGKAT PEREKONOMIAN INDONESIA
ARTIKEL ILMIAH : PENGARUH PERKEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN
TERHADAP TINGKAT PEREKONOMIAN INDONESIA
Pengaruh
Perkembangan Kewirausahaan Terhadap Tingkat Perekonomian Indonesia
Salma
Fauziyyah
100810201038
/ MGT-D
Abstrak
Beberapa decade ini telah
terjadi perubahan sosial dan ekonomi yang sangat pesat sebagai akibat dari
proses globalisasi dalam berbagai sektor. Di sisi lain keprihatinan pun muncul
oleh adanya inflasi dan pengangguran. Di negara yang dilanda keterpurukan dalam
berbagai aspek seperti Indonesia sekarang ini, kekurangan pangan dan bencana
kelaparan serta tragedi kemanusiaan sering terjadi. Melihat fakta-fakta di atas
tentang kehidupan ekonomi yang tidak berjalan dengan baik, sejauh mana pengaruh
kewirausahaan dapat memberikan solusi ekonomi, lingkungan, sosial maupun
masalah kemanusiaan. Kewirausahaan memiliki peranan yang sangat penting dalam
segala dimensi kehidupan ini. Sumbangan kewirausahaan terhadap pembangunan
ekonomi suatu negara tidaklah disangsikan lagi. Suatu negara agar dapat
berkembang dan dapat membangun secara ideal, harus memiliki wirausahawan
sebesar 2% dari jumlah penduduk. Kehadiran dan peranan wirausaha akan
memberikan pengaruh terhadap kemajuan perekonomian dan perbaikan pada keadaan
ekonomi di Indonesia sekarang ini karena wirausaha dapat menciptakan lapangan
kerja, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan pemerataan
pendapatan, memanfaatkan dan memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan
produktivitas nasional, serta meningkatkan kesejahteraan pemerintahan.
Sumber-sumber utama bagi pertumbuhan ekonomi adalah adanya investasi-investasi
yang mampu memperbaiki kualitas modal atau sumber daya manusia dan fisik, yang
selanjutnya berhasil meningkatkan kuantitas sumber daya produktif dan yang bisa
menaikkan produktivitas seluruh sumber daya melalui penemuan-penemuan baru,
inovasi, dan kemajuan teknologi. Berdasarkan pendapat tersebut, kewirausahaan
dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kata kunci : Kewirausahaan,
Perekonomian, dan Lapangan Kerja
Pendahuluan
Krisis yang melanda bangsa Indonesia
sejak tahun 1996 tidak hanya berpengaruh terhadap dunia usaha, tetapi juga
berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Dunia kerja semakin sempit,
sementara masyarakat yang membutuhkan lapangan kerja semakin meningkat.
Pengangguran yang disebabkan ketiadaan lapangan kerja pada akhirnya menjadi
beban masyarakat juga. Pengangguran ini akibat dari semakin sulitnya
mendapatkan pekerjaan terutama di kota-kota besar.
Masyarakat yang tinggal di perkotaan
sering mengharapkan mendapat pekerjaan formal di kantor-kantor, sementara
penawaran pekerjaan di sektor formal sangat terbatas. Tuntutan kualitas sumber
daya manusia makin lama makin tinggi dan menuntut kekhususan yang lebih sulit
untuk dipenuhi. Lapangan kerja yang terbatas membuat orang mencari jalan untuk
bertahan hidup agar dapat hidup layak. Dengan melihat situasi tersebut maka
sektor informal merupakan alternatif yang dapat membantu menyerap pengangguran.
Berwirausaha merupakan satu alternatif jalan keluar terbaik. Wirausaha adalah
seseorang yang berkemauan keras melakukan tindakan yang bermanfaat. Wirausaha
juga didefinisikan sebagai orang yang memiliki gaagasan dan mengelola serta
menjalankan gagasannya tersebut. Kewirausahaan ialah kemampuan menggerakkan
orang-orang dan berbagai sumber daya untuk berkreasi, mengembangkan dan
menerapkan solusi terhadap berbagai masalah agar dapat menciptakan makna dan
memenuhi kebutuhan manusia.
Berdasarkan situasi diatas,
kehadiran dan peranan wirausaha tentu saja akan memberikan pengaruh terhadap
kemajuan perekonomian dan perbaikan pada keadaan ekonomi di Indonesia sekarang
ini. Menjadi wirausaha berarti memiliki kemampuan menemukan dan mengevaluasi
peluang-peluang mengumpulkan sumber – sumber daya yang diperlukan dan bertindak
untuk memperoleh keuntungan dari peluang – peluang tersebut. Dengan
meningkatnya kewirausahaan, diharapkan perekonomian di Indonesia juga
meningkat.
Berdasarkan latar belakang
permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka masalah penelitian ini adalah
bagaimana keterkaitan antara perkembangan kewirausahaan dengan perekonomian di
Indonesia, apa saja pengaruh positif perkembangan kewirausahaan terhadap
tingkat perekonomian Indonesia, serta apakah resiko wirausahawan dalam
pengembangan bisnis.
Dengan demikian, tujuan utama
penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis sampai berapa jauh
keterkaitan antara perkembangan kewirausahaan dengan perekonomian di
Indonesia, untuk mengetahui pengaruh positif perkembangan kewirausahaan terhadap
tingkat perekonomian Indonesia, serta untuk mengetahui resiko wirausahawan
dalam pengembangan bisnis di Indonesia.
Bagi pengusaha, penelitian ini
diharapkan dapat memberikan masukan bahwa tingkat keinginan untuk berwirausaha
akan menjadi penentu kelangsungan hidup usaha tersebut. Bagi peneliti lain,
penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi yang dapat dijadikan bahan
perbandingan dalam melakukan penelitian di masa yang akan datang. Bagi penulis,
penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu menambah wawasan
pengembangan ilmu mengenai kewirausahaan dan pengaruhnya terhadap perekonomian
di Indonesia, serta meningkatkan kesadaran pembaca untuk berwirausaha dalam
rangka meningkatkan perekonomian di Indonesia.
Tinjauan Tentang Kewirausahaan
Beberapa decade ini telah
terjadi perubahan sosial dan ekonomi yang sangat pesat sebagai akibat dari
proses globalisasi dalam berbagai sektor. Di sisi lain keprihatinan pun muncul
oleh adanya inflasi, pengangguran, serta dilema ekologi untuk memperoleh gol
ekologis dan daya dukung ekonomi serta keseimbangan di planet bumi ini. Hal
tersebut menuntut adanya kepemimpinan yang kreatif dalam menyelesaikan berbagai
permasalahan yang rumit. Generasi sekarang dan berikutnya dituntut untuk mampu
dan terlatih untuk menghadapi hal ini dan berbagai perubahan sosial serta
kebutuhan manusia.
Di negara yang dilanda keterpurukan
dalam berbagai aspek seperti Indonesia sekarang ini, kekurangan pangan dan
bencana kelaparan serta tragedi kemanusiaan sering terjadi. Kondisi seperti ini
mengakibatkan hilangnya kepercayaan atas kemampuan diri dan kemampuan mengelola
masa depan.
Melihat fakta-fakta di atas tentang
kehidupan ekonomi yang tidak berjalan dengan baik, sejauh mana relevansi
kewirausahaan dapat memberikan solusi ekonomi, lingkungan, sosial maupun
masalah kemanusiaan. Kewirausahaan memiliki peranan yang sangat penting dalam
segala dimensi kehidupan ini. Masyarakat yang dibangun kembali memiliki
vitalitas dan energi yang bermula dari aktivitas kewirausahaan.
Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan itu ialah kemampuan
menggerakkan orang-orang dan berbagai sumber daya untuk berkreasi,
mengembangkan dan menerapkan solusi terhadap berbagai masalah agar dapat
memenuhi kebutuhan manusia. Suatu masyarakat yang didalamnya terdapat orang-orang
yang memiliki jiwa kewirausahaan akan mampu merespon perubahan kebutuhan dan
realitas. Jiwa kewirausahaan ini ditunjukkan oleh adanya keinginan untuk
mengambil inisiatif dan bersifat kreatif serta inovatif dalam mengelola orang
dan sumber daya agar tercapai hasil yang memuaskan. Wirausahawan merupakan agen
dari perubahan sosial, politik dan ekonomi.
Pada umumnya, orang mengasosiasikan
jiwa kewiraushaan adalah perintis perusahaan di sektor ekonomi. Sesungguhnya
jiwa kewirausahaan dapat tumbuh dan berkembang dalam sektor atau organisasi non
ekonomi seperti : organisasi komunitas yang baru, pusat rehabilitasi yang baru,
atau institusi baru di bidang seni. Karakter unik dari kewirausahaan adalah
merintis dan membangun sesuatu yang baru dan lebih efektif dibandingkan dengan
meneruskan sesuatu yang sudah ada.
Keterkaitan antara Perkembangan
Kewirausahaan dengan Perekonomian
Selama dua tahun belakangan ini,
kondisi Indonesia di berbagai bidang tidak menunjukkan perubahan berarti.
Kebijakan pemerintah masih simpang siur, hukum semakin tidak jelas, musibah di
mana-mana, dan kondisi sosial kian tidak menentu. Di bidang ekonomi,
tidak ada perubahan kearah yang lebih baik. PHK tetap berlangsung karena banyak
wirausahawan tidak lagi berminat memulai atau mengembangkan usahanya, dan para
investor asing sudah banyak yang memutuskan untuk memindahkan usahanya ke
negara lain yang lebih menjanjikan.
Di sisi lain, jumlah populasi dengan
usia produktif tidak bisa begitu saja menganggur. Hidup tetap harus berjalan
dan penghasilan tetap mesti dicari untuk menutupi biaya hidup yang kian
mahal. Berbagai ide bisnis bermunculan dan di diskusikan dalam berbagai
forum pertemuan baik formal maupun informal. Sebagian ide tersebut memang
hanya merupakan “mimpi yang indah” tetapi sebagian lagi ditanggapi dengan
antusiasme yang tinggi. Dari hal ini terlihat bahwa masyarakat kita justru
merasa terpacu ketika dihadapkan pada suatu krisis yang berkepanjangan. Hal ini
senada dengan pendapat yang dikemukakan David Fagin (dalam buku Crouch, tahun
2002), yang mengatakan bahwa sebagian besar tantangan dapat dihadapi dengan
kreativitas. Tanpa kreativitas, problem jarang menjelma menjadi
kesempatan.
Sumbangan kewirausahaan terhadap
pembangunan ekonomi suatu negara tidaklah disangsikan lagi. Suatu negara agar
dapat berkembang dan dapat membangun secara ideal, harus memiliki wirausahawan
sebesar 2% dari jumlah penduduk (PBB). Wirausahawan yang dimaksud adalah yang
sesuai dengan kriteria memiliki keahlian profesional, memiliki karakter entrepreneur
yang kuat, memiliki motivasi berprestasi tinggi (McClelland) dan
kemampuan berinovasi (Drucker) serta kemampuan dalam berafiliasi atau membangun
aliansi.
Pengaruh Positif Kewirausahaan
Dampak positif sosio-ekonomis dengan
adanya wirausaha yaitu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas hidup,
meningkatkan pemerataan pendapatan, memanfaatkan dan memobilisasi sumberdaya
untuk meningkatkan produktivitas nasional, serta meningkatkan kesejahteraan
pemerintahan melalui program pemerintahan, seperti pajak dan lain-lain.
Hendra Esmara mengemukakan gagasan
pengukuran pembangunan Indonesia yang terdiri dari tiga komponen dan 20
indikator. Ketiga komponen tersebut adalah penduduk dan kesempatan kerja,
pertumbuhan ekonomi, serta pemerataan dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan
gagasan tersebut maka kewirausahaan dapat meningkatkan pembangunan Indonesia
karena kewirausahaan dapat menyediakan lapangan pekerjaan sehingga meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Menurut Michael P. Todaro, sumber
kemajuan ekonomi bisa meliputi berbagai macam faktor, akan tetapi secara umum
dapat dikatakan bahwa sumber-sumber utama bagi pertumbuhan ekonomi adalah
adanya investasi-investasi yang mampu memperbaiki kualitas modal atau sumber
daya manusia dan fisik, yang selanjutnya berhasil meningkatkan kuantitas sumber
daya produktif dan yang bisa menaikkan produktivitas seluruh sumber daya
melalui penemuan-penemuan baru, inovasi, dan kemajuan teknologi. Berdasarkan
pendapat tersebut, kewirausahaan dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi
suatu negara.
Dengan adanya dampak positif
wirausaha tersebut, maka pencari lapangan kerja yang semula hanya berminat pada
sektor formal diharapkan merubah pandangannya dan beralih pada sektor informal.
Menurut Stephen R. Covey, perubahan tersebut seringkali merupakan proses yang
menyakitkan. Ia merupakan perubahan yang harus dimotivasi oleh suatu tujuan
yang lebih tinggi, oleh kesediaan untuk menomorduakan apa yang anda pikir anda
inginkan sekarang untuk apa yang anda inginkan di kemudian hari.
Resiko Wirausahawan dalam
Pengembangan Bisnis
Seiring dengan perkembangan usaha
yang biasanya diikuti dengan perubahan gaya manajemen, maka pada saat yang sama
para wirausahawan dihadapkan pada berbagai resiko. Pada dasarnya ada dua resiko
yang dihadapi oleh para wirausahawan ketika diberikan kesempatan untuk
mengembangkan usahanya. Kedua resiko tersebut adalah resiko riil, yaitu resiko
yang terlihat, bisa dihitung, bisa diantisipasi dan bisa dihindari dan resiko
psikologis, yaitu resiko yang tidak terlihat, tidak bisa dihitung, bisa
diantisipasi, tetapi belum tentu bisa dihindarkan.
Menurut Walter Wriston (dalam buku
Chouch, tahun 2002), kehidupan merupakan proses pengaturan resiko, bukan
penghapusannya. Keluhan-keluhan seperti yang disebutkan di atas seharusnya
tidak perlu terjadi jika para wirausahawan sudah mempersiapkan infrastruktur
sumber daya manusia sejak keputusan pengembangan perusahaan dibuat. Dalam kenyataannya,
perencanaan SDM ini jarang dilakukan oleh para wirausahawan bahkan seringkali
dilupakan. Penempatan para profesional di dalam perusahaan menjadi proses tambal
sulam, akibatnya pembajakan terhadap tenaga profesional sering terjadi,
padahal belum tentu profesional hasil bajakan tersebut tepat dengan kebutuhan
perusahaan, akhirnya tidak jarang wirausahawan menjadi kecewa.
Menurut pendapat Douglas Mc Gregor
(dalam buku Sadarachmat, tahun 2001), ada dua jenis teori yang menunjukkan
sifat-sifat manusia dalam bekerja, yaitu teori X dan teori Y. Teori X berasumsi
bahwa pada dasarnya manusia itu pemalas, selalu berusaha sedikit mungkin, tidak
mempunyai ambisi, tidak ingin berinisiatif yang mereka inginkan hanyalah rasa
aman, tidak mempunyai tanggung jawab. Sedangkan teori Y berasumsi bahwa manusia
pada dasarnya tidak menentang kebutuhan berorganisasi dan memandang bahwa
bekerja sebagai suatu kegiatan yang wajar atau kebutuhan, seperti halnya makan,
tidur, istirahat, dan sebagainya. Manusia salalu siap dan ingin memikul
tanggung jawab. Berdasarkan teori tersebut, kita bisa membayangkan jika
asumsi-asumsi mengenai teori X tersebut berada di sekeliling kita, betapa
beratnya dan sukarnya mengurus suatu organisasi. Hal ini lah yang menghambat
perkembangan kewirausahaan.
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Kehadiran dan peranan wirausaha akan
memberikan pengaruh terhadap kemajuan perekonomian dan perbaikan pada keadaan
ekonomi di Indonesia sekarang ini karena wirausaha dapat menciptakan lapangan
kerja, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan pemerataan
pendapatan, memanfaatkan dan memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan
produktivitas nasional, serta meningkatkan kesejahteraan pemerintahan. Dengan
demikian, meningkatnya perkembangan kewirausahaan dapat meningkatkan
perekonomian di Indonesia.
Saran
Setelah dilakukan penelitian tentang
pengaruh perkembangan kewirausahaan terhadap tingkat perekonomian Indonesia ,
maka disarankan wirausaha dapat menjadi alternatif dalam usaha pengentasan
kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Pemerintah diharapkan dapat mendukung
kemajuan kewirausahaan di Indonesia dengan cara memberikan bantuan modal
sehingga wirausahawan dapat mendirikan usaha tanpa halangan mengenai biaya
modal. Pencari lapangan kerja yang semula hanya berminat pada sektor formal
juga diharapkan merubah pandangannya dan beralih pada sektor informal yaitu
wirausaha.
Daftar Pustaka
Covey, Stephen R. 1997. The
7 Habits of Highly Effective People. Jakarta : Binarupa Aksara.
Crouch, Van. 2002. Buku Saku Para
CEO (Chief Executive Officer). Jakarta : Harvest Publication House.
Esmara, Hendra. 1986. Perencanaan
dan Pembangunan di Indonesia. Jakarta : PT. Gramedia.
Sadarachmat, Duduh. 2001. Bunga
Rampai Manajemen. Surabaya : Majalah Mitra.
Todaro, Michael P. 2000. Pembangunan
Ekonomi di Dunia Ketiga Edisi Ketujuh. Jakarta : Erlangga
Comments
Post a Comment